Minneapolis-St. Paul Star Tribune
Fledgling: Birds that are old enough to leave their nesting site but might still be dependent on adults for care and feeding. Fledglings might or might not be able to fly at this time. The term also is used to refer to birds that have acquired flight feathers and are able for the first time to fly.
If you find a baby bird
Some baby birds found out of the nest belong there. Many young birds become mobile before they can fly, and it’s part of the natural development of some species to spend some time on the ground.
Young birds that are fully feathered are likely to have fledged, or left the nest, on their own. In those cases, the parent birds are best equipped to care for them. Well-meaning intervention by humans is usually not necessary and can be harmful.
However, if you see a sparsely feathered young bird or a bird covered only with down, it may have fallen from the nest. Return the bird to the nest if you can do so safely. If you can’t find the nest and no parent birds are in view, build a temporary nest of a small box filled with leaves or grass and secure it in a tree. Leave the area and wait for the parents’ return. If the parents don’t return in a couple of hours, bring the bird indoors, keep it warm and try to find a wildlife rehabilitator by calling a veterinarian, a local nature center or a local humane society.
For more information on caring for orphaned baby birds, call the Animal Humane Society at 763-522-4325 and ask for the baby birds discussion on wildlife info line or call the Wildlife Rehabilitation Center at 651-486-9410.
JIM WILLIAMS
June 15th, 2006
dikti.org
HARI RUJITO - POLITEKNIK NEGERI JEMBER / KELOMPOK PETERNAK WALET DESA SUMBERREJO
Masalah yang dihadapi dalam produksi sarang walet ialah tidak selalu terpenuhinya kondisi yang sesuai dengan mikrohabitat burung walet, yaitu suhu siang hari 24-29oC, kelembapan udara 85-95%, cahaya < 2 fc, dan tersedianya kabut air. Kabut air selain berfungsi membantu melembapkan dan mengatur suhu juga sebagai penarik bagi burung walet untuk masuk ke dalam gedung yang disediakan. Masalah tersebut sebenarnya dapat diatasi dengan memasang jaringan irigasi yang terdiri atas pipa semprot dinding dalam gedung disertai dengan sprinkle irigation penetralis suhu di luar gedung dan sprayer pengabut hujan buatan di halaman gedung walet.
Jaringan irigasi pipa berdiameter 1,5 inci dipasang pada seluruh dinding bagian dalam gedung. Pipa-pipa yang dilubangi kecil-kecil untuk memancarkan air dengan jarak 30 cm dialiri air terus menerus dengan memakai pompa 1,5 PK dari sumur. Pipa itu menjadi satu rangkaian dengan sprayer pengabut pembentuk hujan buatan yang berfungsi untuk arena bermain dan pemancing burung walet dan pipa sprinkle penyemprot genting yang berfungsi sebagai pendingin rumah walet dari luar. Air yang mengalir di lantai ditampung pada saluran pembuang untuk dialirkan ke kolam dan disirkulasikan lagi. Bila ada hujan atau malam hari maka aliran listrik pompa dimatikan.
Hasil pengamatan pada penerapan metode irigasi pipa dalam rumah walet menunjukkan bahwa secara efektif terjadi penurunan suhu ruangan menjadi 25oC dan kelembaban meningkat menjadi 85-90%. Dengan kondisi ini maka rumah walet tersebut ideal bagi burung walet untuk membuat sarang. Selain itu pemasangan irigasi di luar rumah walet dapat memancing burung walet untuk datang ke rumah tersebut sehingga dapat meningkatkan populasi walet di dalam gedung.
June 15th, 2006