Archive for June 28th, 2006

STUFFED ZHUSHENG WITH BIRD’S NEST


swallow-nest.com
Ingredients :
225 g shelled shrimps
1 green crab (about 375 g)
19 g zhusheng (dictophora phalloidea)
38 g soaked bird’s nest pieces (with water absorted)
300 g asparagus
any suitable amount of stock
1 egg white
1 tsp wine
 
Seasoning :
1/4 tsp salt
3/4 tsp caltrop starch
dash of sesame oil
1/2 tbsp egg while
 
Thickening Solution
1/2 cup stock
1 tsp caltrop starch
1/6 tsp salt
1/2 tsp light soy sauce
dash of sesame oil
pinch of pepper
 
Method :
 
1. Remove vein from shrimps. Wash and wipe dry. Pat with knife. Add bird’s nest and refrigerator for 1/2 hour.
 
2. Gut crab and wash. Remove fat from crab. Add dash of ginger juice and wine. Stir well. Pour in boiling water until the crab is half-cooked. Then remove meat.
 
3. Soak Zhusheng until it becomes tender. Cut into 2 1/2 inches sections. Parboil and rinse. Simmer with stock for a while. Absorb the water. Put shrimps paste onto Zhusheng. Steam stuffed Zhusheng for 4 minutes. Pour away steaming sauce. Blanch asparagus in water with oil and salt. Arrenge around the plate.
 
4. Heat oil. Sizze wine. Add thinckening sauce. Bring to the boil. Then add crab fat and meat. Mix well. stir in egg white. Then put on the centre of the plate.

Add comment June 28th, 2006

Rumah Walet Balikpapan Miliki Potensi


kapet.org
BALIKPAPAN ternyata bukan hanya dikenal memiliki potensi sebagai kota transit, tetapi juga memiliki potensi bisnis rumah walet yang cukup besar. Namun sayangnya, hingga kini potensi agribisnis ini belum tergarap maksimal karena dipandang sebagai bisnis yang mengandalkan hoki. Menurut pengamat walet Ir Herman, 90 persen penghasil sarang burung dengan liur ini berjenis walet (collocalia fuciphaga) bukan seriti seperti di Pulau Jawa. “Berdasarkan pengamatan saya beberapa tahun terakhir, jenis walet lebih mendominasi yakni sekitar 90 persen. Tidak seperti di Pulau Jawa hanya 40 persen, sementara 60 persen lagi adalah seriti,” ungkapnya.

Dengan fakta ini, pengembangan rumah walet di Balikpapan memiliki prospek yang besar karena tidak memerlukan dua perlakuan seperti di Pulau Jawa. Pengembangan walet mesti lewat pengeraman telur di sarang seriti dulu, baru walet diperoleh. Berbeda dengan Balikpapan walet telah tersedia dalam jumlah banyak, tinggal mengelolanya lewat rumah walet.

Letak Balikpapan yang berada di pinggir pantai, dekat dengan goa-goa, suhu yang cocok dan memiliki sumber makanan melimpah bagi walet terangnya menjadi faktor pendukung yang sangat bagus untuk bisnis ini. Sementara hingga kini, Balikpapan baru memiliki 15 rumah walet, lima diantaranya adalah rumah baru. Padahal dalam satu kecamatan rumah walet bisa dikembangkan antara 60-70 buah. “Jadi potensi rumah walet masih cukup besar,” tegasnya.

Dengan pengelolaan yang telaten dan penggunaan teknologi yang benar ia yakin potensi sarang walet di Balikpapan bisa tergarap secara maksimal. Berdasarkan hasil penelusurannya sedikitnya Balikpapan memiliki 150 ribu burung walet dan diperkirakan dalam setahun bisa memproduksi 1 ton sarang walet. “Sementara yang tergarap masih kecil,” katanya.

Mengenai lokasi, beberapa titik di Balikpapan masih memiliki potensi untuk pengembangan rumah walet. Kilometer 5,5 sebut Herman salah satu kawasan yang bisa dikembangkan untuk bisnis ini. “Bila dikelola secara benar kami perkirakan dalam tiga tahun investasi dibisnis ini akan kembali,” katanya.

Namun Herman menambahkan potensi walet yang ada di Balikpapan juga dipengaruhi oleh kondisi walet di gua-gua sekitar Balikpapan. Pasalnya walet yang akan bersarang ke rumah walet sebagian berasal dari gua-gua.(bz)

[reported by: KAPET Sasamba]
 

Add comment June 28th, 2006


Calendar

June 2006
M T W T F S S
« May   Jul »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Posts by Month

Posts by Category